KALBARNEWS.CO.ID (SURABAYA) – Anggota
Panja Investasi BUMN pada Perusahaan digital, Mufti Anam mengatakan investasi
Telkom di perusahaan Go To perlu didukung untuk memperkuat kedaulatan digital
nasional. selasa (26 Juni 2022).Anggota Panja Investasi BUMN Mufti Anam
“Tentu kita tidak ingin ada yang menunggu masalah ini.
Prinsipnya hal-hal obyektif harus disampaikan,” ujar Mufti.
Ia mengatakan di luar perdebatan naik turun harga saham
Go To sebagai mekanisme pasar yang wajar terdapat dua isu utama yang perlu
dicermati dalam investasi Telkom di Go To.
Pertama soal kedaulatan digital dimana perusahaan digital
nasional perlu didukung untuk menjadi tuan rumah de negeri sendiri, yang
ujungnya memberi dampak optimal ke ekonomi nasional, di antaranya penciptaan
tenaga kerja dan pemberian nilai tambah pada setiap aktivitas perekonomian.
“Kedaulatan digital penting di jaga, selain berkaitan
dengan daya saing bangsa, juga karena untuk memastikan potensi ekonomi digital
dimanfaatkan pelaku usaha Tanah air,” katanya.
Mufti mencotohkan proyeksi Gross Merchandise Value (GMV)
ekonomi internet di Asia Tenggara akan mencapai 363 miliar dolar AS pada 2025
dan Indonesia berkontribusi 40 persen di antaranya.
“Jadi pertama kita dudukan ini dalam konteks kedaulatan
digital. Ini bukan soal naik turun haraga saham GoTo, tapi lebih pada bagaimana
Telkom sebagai BUMN turut memastikan kedaulatan digital terwujug ikut masuk
sebagai pemegang saham Go To. Ini harus jadi perhatian,” ujarnya.
Multi memaparkan Presiden Jokowi pun meminta ada
percepatan transformasi digital nasional termasuk dengan penyiapan regulasi dan
skema pembiayaan.
“Dalam konteks ini sebenarnya kita bisa menempatkan
corporate action Telkom lewat Telkomsel di Go To sebagai bagian dari upaya mempercepat
transformasi digital,” papar Multi.
Isu kedua lanjut Mufti dinamika investasi Telkom di Go To
perlu di jadikan sebagai momentum untuk menyamakan persepsi di antara seluruh
pemangku kepentingan tyerkait model investasi di perusahaan digital ke depan.
“Semua pemangku kepentingan perlu tahu dan memahami
skema-skemanya sehingga semua duduk masalahnya menjadi jelas. Bila memang
diiringi dengan kajian yang obyektif, investasi perusahaan teknologi seperto Go
To, apalagi sebagai market winner karya anak bangsa, maka perlu di dukung,
tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga pelaku usahannya lainnya,” kata Mufti.
(Tim Liputan)
Editor : Aan