KALBARNEWS.CO.ID
(PEKANBARU) - Pemerintah Provinsi Riau sudah melakukan berbagai program
strategis oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sepanjang tahun 2022
melalui penguatan strategi ketersediaan pasokan barang, gerakan menanam cabai,
operasi pasar murah, kelancaran distribusi barang untuk mengendalikan inflasi
di Riau.
Senin (5 Desember 2022).Pemrov Riau Gencarkan Program Strategis Kendalikan Inflasi
"Namun demikian sejumlah upaya tindak lanjut
yang perlu menjadi perhatian untuk mengelola tekanan inflasi akhir tahun 2022
dan resiko inflasi tahun 2023 melalui beragam kegiatan yang bersifat
koordinatif yang dilakukan secara periodik," kata Sekda Provinsi Riau
Masrul Kasmi di Pekanbaru.
Ia mengatakan, masih dalam upaya pengendalian
inflasi di Riau, peran serta media dan sarana komunikasi perlu terus diperkuat
untuk membantu proses pengelolaan sesuai dengan espektasi masyarakat.
Karenanya ke depan, katanya menyebutkan,
koordinasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Kepolisian Daerah dan
pihak anggota TPID perlu diperkuat sebagai kunci dalam menjaga inflasi tahun
2023.
"Pemerintah Provinsi Riau turut mendorong
pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) selama triwulan IV tahun
2022. hingga 18 November 2022 alokasi belanja BTT-DAU 2 persen se Provinsi
Riau telah terealisasi sebesar 20,35 persen atau Rp20,32 miliar dari total
anggaran Rp99,87 miliar," katanya.
Disamping itu, katanya lagi, sejumlah kegiatan
yang telah direalisasikan adalah melalui penyaluran bantuan sosial,
penyelenggaraan pasar murah dan subsidi sektor transportasi.
Seperti dirilis BPS menyebutkan, bahwa indeks
harga konsumen Provinsi Riau pada November 2022 mengalami inflasi
sebesar 0,12 persen, meningkat dari bulan sebelumnya yang mengalami
deflasi -0,69 persen. Perkembangan tersebut searah dengan Nasional yang
juga mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, namun berbanding terbalik dengan
Sumatera yang mengalami deflasi 0,11 persen dari bulan ke bulan itu,"
katanya.
Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan Riau
pada November 2022 menjadi sebesar 5,89 persen (yoy) dan inflasi tahun kalender
sebesar 5,84 persen (year on year). Sementara itu, pertumbuhan
ekonomi Provinsi Riau triwulan III tahun 2022 terhadap triwulan III tahun
2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,63 persen (yoy) dan terhadap triwulan
sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 4,34 persen (q-to q). (Tim liputan)
Editor : Aan