Truk Electric Mixer SANY 408P Memenuhi Standar GSR Versi Terbaru

Editor: Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (SHANGHAI)  -- Salah satu produk kelas dunia buatan produsen alat berat terkemuka asal Tiongkok SANY GROUP ("SANY"), truk electric mixer 408P telah memenuhi standar General Safety Regulation (GSR) versi terbaru di Uni Eropa.

 Dengan advanced driver-assistance system (ADAS) yang dikembangkan Haistar, 408P adalah kendaraan teknik bertenaga listrik pertama buatan Tiongkok yang meraih sertifikat Whole Vehicle Type-Approval (SVTA). (17 Juli 2024)

SANY 408P Electric Mixer Truck
SANY 408P Electric Mixer Truck

Setelah melalui sertifikasi yang melibatkan pengetesan kendaraan di jalan raya, 408P kini telah memenuhi lima regulasi GSR. Dengan memenuhi standar GSR terbaru, SANY mempercepat rencana pengembangan di pasar global sekaligus memperkuat posisinya di segmen pasar kendaraan teknik bertenaga listrik.


Sertifikasi ini melibatkan TÜV Rheinland, penyedia layanan teknis terkemuka, sebagai pengawas. Menurut hasil pengetesan, truk electric mixer SANY 408P terbukti aman, reliabel, dan memenuhi regulasi serta standar Uni Eropa. Tes ini juga menunjukkan, Haistar ADAS mampu beradaptasi dan mudah diaplikasikan pada model-model produk lain.


GSR Uni Eropa dilansir pada 2019 untuk meningkatkan proteksi pengendara dan pengguna jalan raya yang rentan, seperti pejalan kaki dan pengendara sepeda. 


Agar insiden dan korban kecelakaan di jalan raya berkurang, GSR memastikan setiap kendaraan memiliki sistem keselamatan yang lebih tinggi. GSR versi terbaru yang mulai berlaku pada Juli 2024 mewajibkan seluruh kendaraan niaga di Uni Eropa dilengkapi fitur ADAS yang tepat.


Truk electric mixer SANY 408P berhasil memenuhi lima fitur GSR ADAS, termasuk Moving Off Information System (MOIS), Blind Spot Information System (BSIS), Reversing Information System (REIS), Intelligent Speed Assist (ISA), serta Driver Drowsiness & Alertness Warning (DDAW).


ISA didesain sebagai fitur yang mengingatkan pengemudi agar mengurangi kecepatan kendaraan ketika melaju di atas kecepatan rata-rata. Sistem ISA SANY telah diuji di jalan raya dengan menempuh jarak lebih dari 6.000 km di 10 negara Uni Eropa. 


Pengujian ISA juga melibatkan pengendaraan di jalan raya hingga sejauh 431 kilometer di wilayah perkotaan, pedesaan, jalan raya, dan lain sebagainya. Akurasi rekognisi single-scenario ISA tercatat di atas 90%, sedangkan akurasi keseluruhannya mencapai 96%.


DDAW rutin memantau kondisi wajah, pergerakan mata, dan pergerakan kepala pengemudi berdasarkan pencitraan fisiologis. Maka, DDAW memperkirakan kondisi pengemudi jika mengalami kelelahan, lalu mengirim peringatan atau mengambil langkah-langkah lain yang tepat.


Di sisi lain, MOIS memonitor dan menginformasikan keberadaan pejalan kaki dan pengendara sepeda di blind spot pada sisi depan kendaraan. BSIS memantau risiko tabrakan di blind spot pada sisi kanan truk atau bus ketika berbelok, sedangkan REIS membantu parkir kendaraan demi menghindari tabrakan lewat layar video real-time yang menayangkan kondisi belakang kendaraan.


"Ke depan, SANY semakin gencar mengembangkan pasar internasional, mendorong kemajuan teknologi pintar dan digital, serta mempromosikan kegiatan operasional yang rendah karbon guna menyediakan produk bermutu tinggi, aman, lebih reliabel, dan lebih pintar bagi pelanggan global," ujar Yu Hongfu, President, SANY Heavy Industry. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini