Usung Visi Baru, Dua Anak Muda Usia 30-an Tahun, Resmi Bertarung di Pilwalkot Tegal
KALBARNEWS.CO.ID
(TEGAL) –
Pilkada Serentak 2024 menghadirkan fenomena menarik dengan munculnya generasi
baru politikus muda di daerah. Menariknya, beberapa diantara mereka mengusung
politik gagasan yang segar dalam visi membangun daerahnya. 21 Agustus 2024.
Di Kota Tegal, kini muncul duet muda, Faruq Ibnul Haqi
dan Muhammad Ashim AdzDzorif Fikri sebagai Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali
Kota Tegal dalam pilkada mendatang. Faruq baru berusia 38 tahun, sementara
Ashim berumur 32 tahun.
Menariknya, kedua politikus muda ini bahkan sudah
resmi diusung dan dideklarasikan oleh sejumlah partai politik yang tergabung
dalam Koalisi Tegal Maju Cemerlang (KTMC). Koalisi ini berisi Partai Golkar,
PKS, Partai Nasdem, PSI, Partai Hanura, dan Partai Prima.
Deklarasi ini disambut hangat oleh berbagai elemen
masyarakat, termasuk akademisi dan cendekiawan lokal. Salah satu sambutan baik
itu datang dari Unggul Sugiharto, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
(FISIP) Universitas Pancasakti Tegal.
Unggul Sugiharto mengapresiasi visi dan misi yang
diusung oleh pasangan Faruq-Ashim. “Masyarakat Tegal sekarang butuh perubahan
yang lebih cepat, dan visi Tegal Maju Cemerlang yang diusung oleh Faruq-Ashim
sangat cocok dengan kebutuhan ini. Mereka adalah generasi muda yang sangat
terdidik, dan ini adalah langkah positif dalam kaderisasi politik lokal,”
ujarnya.
Unggul juga menyoroti pendekatan berbasis ilmu
pengetahuan dan teknologi yang menjadi salah satu gagasan utama Faruq dalam
pembangunan Kota Tegal. Menurutnya, pendekatan ini sangat relevan dan penting
untuk mengembangkan Tegal sebagai kota yang strategis di wilayah Pantura Barat.
“Pembangunan kota harus dilakukan dengan
variabel-variabel yang bisa diukur, bukan hanya sekadar membangun. Ini
bertujuan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kota Tegal,”
jelasnya.
Saat Deklarasi Koalisi Tegal Maju Cemerlang, Faruq
menyampaikan visi untuk menjadikan Tegal sebagai kota yang cerdas, modern,
religius, dan gemilang. Unggul Sugiharto menilai bahwa langkah-langkah yang
direncanakan oleh Faruq-Ashim sangat relevan, terutama dalam memaksimalkan
potensi industri maritim yang telah lama berkembang di Tegal.
“Industri maritim di Tegal sangat relevan untuk
dijadikan pilar utama ekonomi kota. Banyak kapal besar, galangan kapal, dan
industri maritim lainnya sudah ada di sini. Dengan peningkatan pelabuhan dan
penguatan sumber daya, potensi ini bisa dikembangkan lebih jauh hingga ke
tingkat internasional,” tambah Unggul.
Menariknya, Faruq-Ashim juga berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam setiap kebijakan yang akan diambil melalui public hearing. Unggul Sugiharto memandang komitmen ini sebagai langkah yang sangat positif.
“Pembangunan tidak bisa sepihak. Keterlibatan masyarakat sudah sangat
bagus sekali, sangat relevan. Namun, perlu dikelola agar masyarakat dilibatkan
secara konstruktif dalam konteks urban society yang lebih baik,” katanya.
Mengakhiri penjelasannya, Unggul Sugiharto menaruh harapannya kepada pasangan muda Faruq-Ashim.
“Harapan baru bagi masyarakat Kota
Tegal ada pada mereka. Jangan sia-siakan kepercayaan ini. Tunjukkan program dan
visi yang bagus, karena masyarakat Tegal sudah cerdas dalam memilih,” tutupnya.
Selain apresiasi dari cendekiawan Tegal, dukungan dari
kalangan relawan mengalir kepada Faruq-Ashim. Diantaranya dari sejumlah ulama
dan kiai kampung se-Kota Tegal juga turut mendeklarasikan dukungannya pada
Faruq-Ashim.
Tentang Faruq Ibnul Haqi
Kemunculan nama Faruq Ibnul Haqi
terbilang mengejutkan. Pemuda asli Tegal ini berlatar belakang arsitek. Ia
menamatkan gelar sarjananya dari jurusan Arsitektur, Universitas Islam
Indonesia (UII) pada tahun 2008.
Menariknya, beberapa tahun terakhir,
Faruq lebih banyak berada di Australia untuk studi lanjut. Faruq merupakan
kandidat doktor perencanaan kota dan wilayah di University of South Australia.
Gelar master bidang yang sama juga ia peroleh di kampus tersebut.
“Saya akan manfaatkan semaksimal
mungkin pengetahuan dan pengalaman saya sebagai arsitek untuk menata kota tanah
kelahiran saya,” pungkas Faruq mengenai niatnya terjun ke arena politik.
Selama menimba ilmu di negeri kanguru, kemampuan berorganisasi Faruq makin terasah. Ia sempat terpilih menjadi Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia.(Tim Liputan)
Editor : Aan