Banjir Melanda Desa Cikaobandung, BPBD Purwakarta Siapkan Langkah Tanggap Darurat

Editor: Redaksi author photo

Banjir Melanda Desa Cikaobandung, BPBD Purwakarta Siapkan Langkah Tanggap Darurat

KALBARNEWS.CO.ID (PURWAKARTA) -
Pada Minggu, 9 Maret 2025, bencana banjir melanda kawasan Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akibat jebolnya tanggul Sungai Cinangka. Bencana ini menjadi sorotan setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas yang sangat tinggi, yang melanda wilayah Kabupaten Purwakarta sejak Sabtu, 8 Maret 2025. Tanggul Sungai Cinangka yang melintasi wilayah tersebut tidak mampu menahan volume air yang terus meningkat, menyebabkan air meluap dan merendam permukiman warga di Desa Cikaobandung.


Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan yang terjadi pada saat itu menyebabkan terjadinya kerusakan pada tanggul, yang kemudian menyebabkan banjir melanda desa tersebut. "Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanggul Sungai Cinangka yang melintasi wilayah Kabupaten Purwakarta jebol sejak Sabtu, 8 Maret 2025," kata Abdul dalam keterangan resminya pada Minggu, 9 Maret 2025. Sebagai dampaknya, lebih dari 156 kepala keluarga (KK) di Desa Cikaobandung terpaksa dievakuasi untuk menghindari dampak lebih lanjut dari bencana ini.


Menurut keterangan BNPB, sebanyak 156 keluarga berhasil dievakuasi oleh tim petugas gabungan yang terdiri dari berbagai instansi terkait. Para pengungsi ini telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari bahaya lanjutan dari banjir yang terus menggenangi rumah-rumah mereka. "Tercatat 156 keluarga berhasil diungsikan oleh tim petugas gabungan di Purwakarta ke tempat yang lebih aman," ujar Abdul.


Hingga kini, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta masih berada di lokasi kejadian untuk memberikan penanganan darurat dan memastikan kebutuhan para pengungsi tercukupi. Selain itu, Tim SAR BPBD Purwakarta juga tengah mempersiapkan berbagai langkah penanganan darurat, mengingat potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode dasarian kedua atau antara tanggal 11 hingga 20 Maret 2025. Kondisi cuaca yang tidak menentu ini menambah kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya bencana lanjutan di wilayah yang sama atau daerah sekitarnya.


Abdul Muhari juga menegaskan pentingnya kewaspadaan yang tinggi baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana banjir. BNPB mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja, serta melakukan langkah-langkah pencegahan yang dapat mengurangi dampak bencana.


"Untuk itu, pembersihan aliran drainase dan juga aliran sungai harus dilakukan dengan maksimal. Menyiapkan tim siaga bencana tingkat desa dan selalu memperhatikan kondisi cuaca di daerah masing-masing juga menjadi langkah penting yang harus diambil," ujar Abdul, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja. 


Pihak BNPB juga mengingatkan agar setiap desa yang berada di wilayah rawan bencana untuk tetap menjaga kesiapsiagaan, memantau kondisi cuaca secara berkala, dan melaksanakan langkah-langkah antisipasi agar dampak dari bencana bisa diminimalkan.


Situasi di Desa Cikaobandung masih memerlukan perhatian khusus, dan BNPB serta BPBD Purwakarta terus bekerja keras untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga yang terdampak bencana. Pemerintah daerah setempat juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan dan memastikan keselamatan warga yang terdampak banjir ini. (Tim Liputan).

Edittor : Lan

Share:

Baca Lainnya

Komentar