Program Makan Bergizi Gratis Meluas ke 38 Provinsi, Anggaran Bisa Naik Rp171 Triliun

Editor: Redaksi author photo

Program Makan Bergizi Gratis Meluas ke 38 Provinsi, Anggaran Bisa Naik Rp171 Triliun

KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) - 
Salah satu program prioritas Kabinet Merah Putih adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicetuskan oleh Prabowo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat yang rentan, dengan memberikan makanan sehat dan bergizi secara gratis di berbagai daerah di Indonesia.


Program ini resmi dimulai pada 6 Januari 2025, dan menurut klaim dari Badan Gizi Nasional (BGN), hingga saat ini MBG sudah berhasil dilaksanakan di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Keberhasilan tersebut dicapai melalui kerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, serta melibatkan pemerintah daerah dalam pelaksanaannya.


Berdasarkan data yang dihimpun BGN hingga akhir Februari 2025, terdapat sekitar 2 juta penerima manfaat yang telah menikmati program Makan Bergizi Gratis. Namun, meskipun program ini telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, proses pemerataan distribusi masih menjadi tantangan utama. BGN dan pemerintah saat ini masih terus berupaya untuk mempercepat pemerataan program agar semua masyarakat, terutama di daerah terpencil, dapat segera merasakan manfaatnya.


Permasalahan pemerataan MBG ini juga menjadi perhatian serius Prabowo. Dalam pidatonya saat sidang kabinet di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 21 Maret 2025, Prabowo menyinggung keluhan masyarakat yang belum mendapatkan akses terhadap program ini.


Prabowo menceritakan pengalamannya saat mengunjungi beberapa daerah di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa sering kali mendapatkan laporan langsung dari para orang tua siswa yang mempertanyakan kapan program ini akan sampai ke daerah mereka.


“Kalau saya datang ke suatu desa atau suatu tempat, orang tuanya yang nanya, ‘Pak, kami di sini belum terima Makan Bergizi Gratis,’” kata Prabowo saat berbicara di hadapan para menteri dalam sidang kabinet.


“Jadi, ini sesuatu yang mengusik hati saya, mereka dengar di desa sebelah sudah dapat, di sekolah sebelah sudah ada, tetapi mereka belum bisa menikmatinya,” imbuhnya.


Prabowo kemudian menegaskan bahwa pemerintah bekerja keras untuk memastikan pemerataan program ini dapat tercapai dalam waktu secepatnya, dengan mempertimbangkan luasnya wilayah Indonesia serta tantangan logistik yang ada.


“Saya sampaikan, ‘Bu, kita berusaha sekuat tenaga, sekeras mungkin, tetapi kita tidak mungkin bisa melakukannya secara instan. Negara kita sangat besar, mohon bersabar,’' ujarnya.


Untuk mempercepat pemerataan, pemerintah berencana menaikkan target penerima manfaat MBG secara signifikan. Jika pada awalnya target penerima manfaat hanya sebanyak 15 juta orang, kini target tersebut naik menjadi 82,9 juta orang.


Kenaikan target ini juga diiringi dengan peningkatan anggaran yang diajukan oleh BGN. Awalnya, anggaran MBG untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp71 triliun. Namun, dengan adanya percepatan program yang direncanakan mulai September 2025, BGN mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp100 triliun. Dengan demikian, total anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai Rp171 triliun.


Selain itu, BGN juga terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan efektif tetapi juga transparan dan tepat sasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap rupiah yang dianggarkan harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat dan tidak boleh disalahgunakan.


Prabowo menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa program ini dapat memberikan dampak positif yang besar bagi masa depan bangsa Indonesia. Ia berharap MBG dapat membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global.


“Program ini bukan hanya sekadar membagikan makanan, tetapi ini adalah investasi bagi masa depan Indonesia. Anak-anak yang tumbuh dengan gizi yang cukup akan menjadi generasi penerus yang lebih kuat dan lebih siap membangun bangsa,” pungkasnya.


Dengan adanya komitmen kuat dari pemerintah dan dukungan masyarakat, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. (Tim Lipuatan).

Editor : Lan

Share:

Baca Lainnya

Komentar